3 Doa 3 Cinta
Film yang digarap di Lumajang dan Yogyakarta ini menggambarkan potret suka duka sebuah pesantren yang sarat nilai-nilai sakral dan nilai kemanusiaan. Ngak cuman itu, di sini juga disuguhkan setting cerita yang menghubungkan isu teroris, pelecehan seksual di pesantren dan beberapa kenakalan santri lainnya. Namun ngak melulu cuman cerita buruk soal pesantren yang ditonjolkan. Ada juga sisi positif seperti ngaji, kekompakan para santri dan rutinitas para santri saat beribadah.
SINOPSIS :
Film ini bercerita tentang tiga sahabat, Huda, Rian dan Syahid, tiga remaja yang tinggal di pesantreni sebuah kota kecil yang terletak di daerah Jawa Tengah. Mereka punya rencana dalam hidup mereka masing-masing setelah lulus dari pesantren dan SMA sebulan lagi. Mereka memiliki sebuah lokasi rahasia, sebuah dinding tua di belakang pesantren, di mana mereka menulis harapan-harapan mereka di dinding. Hingga sebuah situasi merubah hidup mereka.
Huda (Nicholas Saputra), ingin mencari ibunya yang kabarnya berada di suatu tempat di Jakarta. Huda bertemu dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo) seorang penyanyi dangdut pemula yang sangat seksi ketika di panggung dan terobsesi menjadi bintang terkenal di Jakarta. Di antara mereka tertanam benih-benih asmara
Rian (Yoga Pratama) santri dari suatu kota besar. Dia mendapatkan sebuah kado handycam dari ibunya pada saat ulang tahunnya. Rombongan pasar malam terutama layar tancap yang kebetulan sedang singgah di desa itu membuat Rian semakin obsesif terhadap kamera. Rian ingin melanjutkan usaha Ayahnya, Syahid (Yoga Bagus), yang berasal dari keluarga miskin dan sedang sakit keras. Syahid merencanakan sesuatu yang besar dalam hidupnya yang akan memberikan dampak bagi kedua temannya.
Bagaimana kehidupan mereka bertiga dan terwujudkah segala impian dan harapan mereka yang pernah mereka tulis di tempat rahasia itu?
Alesan elo kudu nonton neh film :
Ada banyak pesan positif yang bisa elo ambil. Film ini memperlihatkan ke masyarakat bahwa ngak semua ajaran Islam identik dengan kekerasan en membantu meluruskan pandangan tentang Islam yang selama ini disalahartikan. Ini diperlihatkan dengan keikutsertaan tokoh-tokoh santri dalam kehidupan pesantren yang cenderung keras, serta keterlibatan tokoh santri dalam Islam garis keras dan kehidupannya.
Film ini bercerita tentang ‘coming of age’ atau pendewasaan dalam hidup, dan pesan moral tentang kepedulian terhadap sesama.
Selaen itu elo bisa nemuin sosok Dian Sastrowardoyo berubah image dari yang biasanya “perempuan banget” bisa menjelma jadi cewek matre, norak, en terkesan murahan.
Jenis Film : Drama
Durasi : 114 menit
- Dian Sastrowardoyo
- Nicolas Saputra
- Jajang C. Noer
- Butet Kertaradjasa
- Nurman Hakim


Leave your response!